Kamis, 29 September 2016
Perekaman E-KTP DKI Melampaui Target Nasional
MANIS77 - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah merampungkan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) hingga mencapai 98,20 persen atau sebanyak 7.072.000 dari jumlah warga wajib KTP sebanyak 7.389.000 jiwa.
Capaian itu, di atas ambang batas perekaman tingkat nasional yang menargetkan 96 persen. Direktur Jendral Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, jumlah perekaman yang sudah dicapai DKI melebihi target.
Karena itu, pihaknya mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Pemprov DKI Jakarta. "Harus dicontoh oleh provinsi lainnya. DKI sudah lewat dari ambang batas nasional yang menargetkan 96 persen penduduk di wilayah sudah melakukan perekaman KTP elektronik," ujarnya, Kamis (29/9).
Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta, Edison Sianturi mengatakan, tercatat ada 10.274.000 jiwa sebagai penduduk Jakarta.
Dari jumlah itu, tersisa sebanyak 317.000 warga yang termasuk wajib KTP namun belum melakukan perekaman e-KTP. "Target kita Desember ini bisa terekam semua. Yang penting, dari Kemendagri sudah ada blankonya, sebab sekarang blanko kita habis," tandasnya.(beritajakarta)
Puteri Arab Saudi Aniaya Tukang Cat
Abramovich Akan datangkan Pemain Bintang
Pebulutangkis India Mendapat Sponsor Baru
Selasa, 27 September 2016
Kapolda Metro Pimpin Penertiban Bukit Duri
MANIS77 - Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M Iriawan mendatangi kawasan bantaran Kali Ciliwung di Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan. Tiba sekira pukul 09.00 WIB, jenderal polisi bintang dua itu memantau jalannya penertiban.
"Saya melihat bagaimana pelaksanaan normalisasi ini kebetulan pengamanan kita back-up Pemda program pemerintah,” ujar Iriawan di lokasi, Rabu (28/9/2016). Mantan Kadiv Propam Polri itu menilai, jika proses penertiban rampung, maka aliran sungai Ciliwung bisa berjalan dengan baik.
Adapun petugas yang diterjunkan dalam pengamanan kali ini, sekira 1107 personil gabungan. “Jika ini selesai tentunya kali akan berjalan dengan baik. Ada 1107 personil gabungan diterjunkan kesini," tutupnya.
Seperti diketahui, warga Bukit Duri direlokasi ke Rusun Rawabebek, Cakung, Jakarta Timur. Namun, sejumlah warga melakukan aksi teatrikal untuk menunjukkan kawasannya tengah berduka akibat penertiban tersebut.(okezone)
Senin, 26 September 2016
Pemprov DKI Menanggung Seluruh Biaya Perawatan dan Pemakaman Korban JPO Roboh
MANIS77 - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menanggung penuh seluruh biaya perawatan hingga pemakaman korban Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) roboh di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Masrokhan mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan DKI untuk membiayai penuh seluruh korban luka yang dirawat di rumah sakit melalui program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Dia melanjutkan, bagi korban yang meninggal dunia, seluruh proses pemakaman akan diurus Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta. Termasuk mengantar jenazah korban yang dimakamkan ke kampung halamannya di luar kota.
"Biaya pemakaman dan ambulans ditanggung unit tersebut," katanya. Untuk santunan kematian, kata Masrokhan, akan diserahkan kepada Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI yang nantinya berkoordinasi dengan PT Jasa Raharja.
"Kita hanya akan berikan bantuan natura. Itu untuk kebutuhan tahlilan selama tiga hari keluarga korban yang meninggal," ujarnya.
Terpisah, Kepala Dishubtrans DKI Jakarta, Andri Yansyah mengaku sudah berkoordinasi dengan PT Jasa Raharja agar korban yang meninggal dunia mendapatkan santunan. "Saya sudah berusaha koordinasi dengan PT Jasa Raharja. Mudah-mudahan ada bantuan untuk korban meninggal dunia," tandasnya.(beritajakarta)
Kepala Polisi Hungaria Tawarkan Rp484 Juta
Pemandu Getafe Menilai Pemain Indonesia Kalah Fisik
Chong Wei Raih Gelar Keenam di Japan Open
Minggu, 25 September 2016
Ahok ingin lebarkan trotoar ketimbang perluas jalan di Jakarta
MANIS77 - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merencanakan untuk mengurai kemacetan dengan mengonsistensikan jumlah jalur jalan. Caranya dengan memperbanyak rasio trotoar ketimbang rasio jalan. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, Dinas Bina Marga DKI mulai akan melebarkan trotoar sejak tahun ini.
Mengingat cara mengkonsistensikan jumlah jalur sudah diterapkan kota-kota di Eropa. "Jangan banyak kritik, yang penting sekarang sepakat dulu nih tidak mungkin menambah ruas jalan, rasio jalan tidak pernah bisa mengatasi kemacetan karena kendaraan akan terus bertambah," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (23/9).
Basuki atau akrab disapa Ahok ini merencanakan, semua trotoar di ibukota setidaknya memiliki ruas 1,5 hingga 5 meter. Bahkan, tidak menutup kemungkinan ada disediakan tempat bagi pedagang kaki lima untuk berjualan. "Makanya Eropa justru rasio jalan dikurangi.
Mereka mulai melebarkan trotoar, jadi yang kami utamakan adalah rasio untuk pejalan kaki," jelasnya. Untuk diketahui, Pemprov DKI Jakarta telah memulai pelebaran trotoar di Jalan Jatibaru, Jakarta Pusat. Rencananya ini akan dilanjutkan 48 titik lainnya, namun pada tahun ini akan dikebut pengerjaan 42 titik terlebih dahulu.(Merdeka)
Polisi Tangkap Dua Begal Berstatus Pelajar
Dennis Rodman, Bakal Nikahi Adik Kim Jong Un
Komunitas Nudis di Paris Minta Disediakan Taman
Kamis, 22 September 2016
Warga Cengkareng Khawatir Kerusakan Jalan Rawa Buaya Membahayakan Pengendara
MANIS77 - Kekhawatiran warga akan kerusakan jalan semakin parah dan membahayakan para pengendara di Jalan Rawa Buaya Raya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Untuk itu warga Rawa Buaya minta kepada instansi terkait untuk segera memperbaiki kerusakan tersebut secepatnya.
Kerusakan jalan di kawasan tersebut terpantau sepanjang sekitar 15 meter. Permukaan beton tampak terkelupas dengan diameter sekitar 60 centimeter, kedalam 20 sentimeter. saat hujan, warga setempat memasang ban bekas sebagai penanda jalan rusak yang tertutup genangan. Tujuannya untuk menghindari kecelakaan bagi pengendara yang melintas.
Menanggapi hal tersebut, Kasudin Bina Marga Jakarta Barat, Junaedi Nelman P, menjelaskan perbaikan Jalan Rawa Buaya Raya akan dilakukan sekitar bulan Oktober 2016, sepanjang sekitar 500 meter dengan cara dibetonisasi setinggi 25 sentimeter.(porosjakarta)
Gulingkan Kim Jong-un Dengan Pasukan Khusus
Skuad Manchester Dalam Ancaman Mourinho
Cazeaux : Vinales, Salah Satu Alien MotoGP
Rabu, 21 September 2016
Ahok : Pre-Wedding di Kota Tua Gratis
MANIS77 - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memastikan tidak ada biaya yang dikenakan bagi masyarakat yang ingin melakukan foto pre-wedding di Kota Tua, Jakarta Barat. Namun, tetap mereka harus mendaftarkan diri ke Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua.
Basuki atau akrab disapa Ahok ini mengatakan, retribusi hanya dikenakan kepada kegiatan komersil, seperti konser, pembuatan iklan dan pagelaran lainnya. "Enggak perlu bayar. Kecuali dia buat komersil ada retribusi," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (19/9).
Mantan Bupati Belitung Timur ini menjelaskan, pihak yang akan melakukan pranikah harus didahului dengan lapor ke posko UPK Kota Tua. Harapannya agar tak ada agenda yang bertabrakan satu sama lain.
"Mesti lapor, supaya pengaturan enggak tabrakan saja," tutupnya. Seperti diketahui, biasanya kalau mau pre wedding di Kota Tua dikenakan biaya tak murah. Bahkan bisa mencapai jutaan.(Merdeka)
Remaja 17 Tahun Pasien Bunuh Diri Pertama di Belgia
Kami Akan Bertepuk Tangan Menyambut N'Golo Kante
Wang Yihan Pensiun Dari Bulutangkis Profesional
Kami Akan Bertepuk Tangan Menyambut N'Golo Kante
Wang Yihan Pensiun Dari Bulutangkis Profesional
Minggu, 18 September 2016
Kartu Jakarta One Berguna Sebagai Kartu Multi Fungsi
MANIS77 - Pemprov DKI Jakarta meluncurkan Kartu Jakarta One. Melalui kartu ini, ke depan seluruh transaksi warga di ibukota dilakukan secara non tunai. Kartu Jakarta One juga berfungsi sebagai alat pemantau dan data dasar pembuatan kebijakan Pemprov DKI agar warga hidup lebih nyaman serta sejahtera.
“Kami ingin pelayanan semuanya terkontrol dengan satu kartu. Jadi kami bisa tahu orang itu kemana, mau ngapain, service kami bisa lebih baik,” kata Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Langkah ini untuk menuju Jakarta menjadi smartcity. “Karena smart city itu intinya partisipasi masyarakat. Dalam buat aplikasi dan buat laporan.
Kalau teknologinya gampang tinggal beli,” ucapnya. Ahok ingin semua transaksi di Ibukota dilakukan secara non tunai. Bahkan untuk penggunaan APBD DKI cara itu sudah dilakukan mulai tahun ini. “Nanti Jakarta One bisa seperti visa (kartu berbayar non tunai). Inti smartcity membuat hidup ini lebih nyaman, aman, murah,” tandasnya.
Kartu Jakarta One berguna sebagai kartu multi fungsi. Namun saat ini baru bisa digunakan untuk beberapa transaksi saja, mulai dari pembayaran LRT, ERP, MRT, RSUD, rusun, pajak, retribusi, belanja, e-ticketing, parkir meter, pasar, apotek, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Transaksi selanjutnya yang sedang dikembangkan yakni untuk utilitas air minum, PLN dan Telkom.
Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Kehumasan DKI, Dian Ekowati mengatakan kedepannya seluruh informasi di smartcity akan digunakan berbagai kepentingan. Salah satunya merumuskan kebijakan apa yang dinilai optimal dan bermanfaat bagi publik. “Inovasi baru akan terus ditingkatkan agar seluruh informasi yang ada bisa lebih maksimal untuk melahirkan kebijakan untuk masyarakat,” tandasnya.(poskota)
Universitas Larang Penggunaan Note 7 di Kampus
Mourinho Minta Pogba Lupakan Transfer Termahal Dunia
Atlet DKI Jakarta Pecahkan Rekor di PON 2016
Langganan:
Postingan (Atom)




