Jumat, 12 Agustus 2016

Wagub DKI Dukung Wacana Naikkan Harga Rokok Jadi Rp 50 Ribu


MANIS77 - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mendukung adanya wacana pemerintah pusat menaikkan harga satu bungkus rokok menjadi Rp50.000. Karena harga yang tinggi itu dinilai dapat menekan jumlah perokok, terutama perokok usia sekolah dan usia produktif. "Wah bagus itu. Jadi untuk bisa menekan para perokok yah naikkan saja," kata Djarot.

Tidak hanya menaikkan harga rokok mencapai Rp 50.000 saja, pemerintah juga diminta menaikkan pajak rokok semakin tinggi. Terutama bagi rokok yang banyak penggemarnya. "Kasih pajak juga yang tinggi. Terutama untuk rokok yang banyak penggemarnya, nggak apa-apa itu," kata Djarot. Kendati demikian, setiap kebijakan pasti akan memiliki dampak positif dan negatif.

Karena dia meminta pemerintah pusat melakukan kajian yang tepat agar mendapatkan solusi terhadap dampak yang akan ditimbulkan. Sehingga tidak merugikan masyarakat, terutama petani tembakau. "Tapi dampaknya petani tembakau, pekerja di perusahaan rokok. Makanya dihitung betul dampak negatif dan positifnya.

Bukan hanya pembatasan area perokok, tetapi juga industri rokok kreteknya," kata Djarot. Harga rokok di luar negeri sangat mahal, karena di negara-negara besar tersebut tidak ada pabrik rokok. Sedangkan di Indonesia, banyak pabrik rokok yang mempekerjakan ribuan rakyat Indonesia, katanya.

"Di luar negeri sudah mahal banget. Karena dia nggak punya pabrik rokok di sana. Tapi di Indonesia berbeda. Jadi tolong ini dikaji betul secara seksama tentang persoalan ini. Saya secara umum setuju ini diterapkan, karena salah satu penyumbang inflasi di Jakarta adalah rokok. Tapi tolong dikaji betul," kata Djarot.(antara)

Arab Saudi Bebaskan Biaya Visa Untuk Calon Jamaah
Lionel Messi Bakal Bermain di Timnas Kembali
Pejudo Belgia Dipukul Security Hotel Hingga Memar 






Tidak ada komentar:

Posting Komentar