Rabu, 29 Juni 2016
BNN Jakarta Utara Mendadak Tes Urine Para Sopir di Pelabuhan Tanjung Priok
MANIS77 - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Jakarta Utara melakukan tes urine secara acak dan mendadak terhadap sekitar 100 sopir, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu, 29 Juni 2016. Tes urine dilakukan terhadap para pengemudi truk dan trailer yang melewati wilayah tersebut.
"Untuk melihat apakah sopir truk di pelabuhan banyak positif narkotika atau tidak," ujar Rasyid, pengurus dari Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Rabu, 29 Juni 2016. Kepala BNN Kota Jakarta Utara, Ajun Komisaris Besar Polisi Yuanita AS mengatakan, tes urine dadakan ini ditujukan untuk meminimalisir kecelakaan lalu lintas di jalan.
Sebab, salah satu faktor penyebab kecelakaan adalah kesehatan pengemudi yang terganggu akibat kemungkinan menggunakan narkotika dan obat-obat terlarang. "Ini langkah antisipasi adanya kecelakaan sehingga dari pihak pengemudi truk di pelabuhan dapat terjamin bebas dari narkoba.
Tes urine juga akan diadakan setelah Lebaran nanti," ujar Yuanita. Selain di lingkungan pelabuhan, BNN Kota Jakarta Utara juga mengadakan tes urine dadakan di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, kemarin. Tes urine itu ditujukan untuk seluruh sopir bus yang berangkat dari terminal tersebut. "Alhamdulillah semua negatif dari 50-an pengemudi bus."(Viva)
Bom Bunuh Diri di Bandara Ataturk
Kami Ingin Scudetto & Liga Europa
Ditangkap Karena Obor Olimpiade
Selasa, 28 Juni 2016
Ahok Akan Melaporkan Mafia Pembelian Lahan di Cengkareng ke Bareskrim
MANIS77 - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, kecurangan pembelian lahan di Cengkareng, Jakarta Barat, sudah dipersiapkan sejak lama. Sebab, terdapat dua sertifikat untuk lahan seluas 4,6 hektar yang rencananya akan digunakan sebagai rumah susun.
Bahkan, Ahok menduga, ada keterlibatan dari oknum Pemprov DKI Jakarta ikut terlibat dalam penjualan aset daerah. Sebab terdapat perubahan berkas atas kepemilikan tanah oleh Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan DKI.
"Tapi yang pasti ada oknum dalam terlibat karena ada surat keterangan perikanan itu punya dia. Tapi di tangan mereka diganti," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (27/6). Untuk itu, Ahok akan melaporkan kasus ini ke Bareskrim Polri.
Harapannya aksi mafia tanah dan oknum Pemprov DKI Jakarta dapat terbongkar. "Jadi kita koordinasi dengan Bareskrim agar segera dilapor resmi untuk tindak lanjut. Ini ada penipuan.
Mesti tanya jelasnya kepada Kepala Dinas Perumahan," ujar dia. Ahok mengatakan, penindakan ini perlu dilakukan karena telah menyebabkan kerugian terhadap keuangan daerah mencapai Rp 648 miliar. "Kalau beli barang sendiri pasti penipuan dong," tutup Ahok.(Merdeka)
Singapore Airlines Mendarat Darurat
Sanchez Terbaik di Copa America
Akhirnya Winglet Dilarang Digunakan
Minggu, 26 Juni 2016
Hidup di Jakarta Sedikit-Sedikit Serba Duit
MANIS77 - Hidup di DKI Jakarta dipikir-pikir mudah buat mendapatkan harta. Pesatnya pertumbuhan membuat orang menghargai apapun dalam segala hal. Artinya akan ada biaya untuk mereka telah dibantu. Rasanya ucapan terima kasih bagi warga DKI tidak ada artinya. Lihat saja tukang parkir liar.
Cukup menunggu kendaraan datang dan menjaganya, mereka terima uang ratusan ribu rupiah saban harinya. Biasanya mereka berjejer dekat pusat perbelanjaan. Selanjutnya, ada Pak Ogah. Ya, kerjaan ini hampir mirip seperti tukang parkir, namun biasanya mereka berada di persimpangan atau putar balik pada jalan raya. Mereka khususnya mengincar pengendara roda empat, berharap uang receh dari mereka.
Bila ogah memberi, tidak sedikit para Pak Ogah itu keluarkan cacian. Bahkan untuk buang air kecil saja, warga diwajibkan bayar. Bahkan banyak warga membuka usaha toilet umum lantaran dianggap menguntungkan. Hitung saja, per orang bakal dikenakan duit Rp 2.000 untuk buang air kecil. Bila dalam sehari ada 100 orang maka pengusaha toilet ini bakal mengantongi duit Rp 200.000 per harinya.
Mereka biasanya membuka usaha ini pada area banyak didatangi orang, seperti terminal dan lokasi wisata. Meski warga diminta bayaran, namun untuk urusan kebersihan para pengusaha toilet kerap melupakan. Sehingga banyak warga terpaksa memakai toilet kotor dan harus membayarkan harga sudah dibanderol.
Sama halnya seperti toilet, musala saja di Jakarta memakai tarif. Para jemaah usai beribadah dikenai uang Rp 2.000 per orang. Ini terjadi di Musala Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Meski sifatnya sukarela, seseorang di musala itu diminta membayar Rp 2.000 untuk urusan menghadap Tuhan alias salat. Sesudah menjalankan salat, seorang petugas berseragam safari cokelat tua sudah sigap menjaga di depan pintu keluar musala.
Penjaga tersebut duduk di bangku depan meja berukuran 2 X 1 meter, tangan kanannya langsung mengarah ke kotak sumbangan kepada para jemaah usai beribadah. "Uang kebersihannya mas,". Permintaan ini tentu mendapat protes dari warga. Bima, salah seorang pegawai swasta, dia menyesalkan adanya pemungutan uang Rp 2.000. Padahal niatnya cuma beribadah.
"Kecewa sih, masa salat saja diminta bayaran," kata Bima. Bima berharap, seharusnya urusan menghadap Tuhan tak dibuat susah, apalagi dimintai bayaran. Sebab, hal itu tentu sangat bertentangan dengan nurani. "Saya sih enggak masalah harus bayar Rp 2.000, soalnya enggak setiap hari ke pengadilan, coba kalau karyawan atau orang yang berjualan di sini, bisa tekor," terangnya.(Merdeka)
Skotlandia Minta Pisah Dari Inggris
Manchester United Datangkan Mkhitaryan
Anthony Joshua Patahkan Rekor
Jumat, 24 Juni 2016
Ahok : The Jakmania Perusak Persija, Bukan Suporter Persija
MANIS77 - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menilai kelompok suporter The Jakmania sudah terlalu sering berulah. Menurut dia, saat ini, The Jakmania bukanlah kelompok pendukung Persija Jakarta, melainkan kelompok yang merusak citra klub tersebut.
Pernyataan itu dilontarkannya menanggapi kerusuhan yang terjadi di dalam laga Persija Jakarta kontra Sriwijaya FC di Stadion Gelora Bung Karno pada Jumat (24/6/2016) malam. "Kalau kamu cinta Persija, jangan rusuh. Kenapa sih persepsinya tiap Persija kalah mesti rusuh, ya enggak lucu dong kalau gitu.
Itu namanya bukan suporter Persija, tapi perusak Persija," kata Basuki di Kota Tua, Jakarta Barat, Sabtu (25/6/2016). Kerusuhan yang terjadi semalam dilaporkan berawal dari kebobolannya Persija pada menit ke-80.
Situasi inilah yang disebut memicu The Jakmania masuk ke dalam lapangan pertandingan dan melempari petugas. Tidak hanya di dalam stadion, kerusuhan dilaporkan juga berlanjut di luar stadion. Akibatnya, 5 unit sepeda motor terbakar, serta 2 unit mobil dan 1 unit kendaraan dinas kepolisian rusak berat.
Ahok berharap polisi dapat memproses para pelaku kerusuhan agar bisa mendapatkan hukuman. "Sebenarnya yang kayak gini mesti dihukum. Mereka makin nglunjak kalau enggak penah dihukum," ujar Ahok.(Kompas)
Janji Model Panas Italia
Bulutangkis Mengukir Prestasi
Maia Estianty Dengan Pria Bule
Rabu, 22 Juni 2016
Menjelang Lebaran, Polisi Menghimbau Toko dan Bank Tambah Pengamanan
MANIS77 - Menjelang Lebaran atau Idul Fitri angka kejahatan akan meningkat. Terbaru, pihak kepolisian menangkap komplotan perampok nasabah bank di Jakarta Barat. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono, mengatakan pengawasan pada tempat-tempat yang berpotensi menjadi incaran para pelaku kejahatan, seperti bank, toko emas, minimarket, dan money changer, harus diperketat.
"Pengawasan dalam arti pertokoan, komplek, itu yang diawasi. Itu kebijakannya begitu. Kalau misalnya toko-tokonya kami harapkan mereka melakukan penjagaan pamswakarsa ya, maksudnya diamankan sekuriti, dia pasang CCTV, itu yang kami harapkan, dengan keterbatasan polisi," kata Awi, kepada wartawan, di Mapolda Metro Jaya, Selasa, 21 Juni 2016.
Selain itu, kata Awi, tentunya pihaknya sudah memetakan tempat-tempat yang berpotensi rawan perampokan. "Kami lakukan patroli, mungkin kami patroli, baik tertutup maupun terbuka," ujarnya. Saat disinggung mengenai permintaan toko atau bank yang meminta penjagaan khusus polisi, Awi menuturkan, hal tersebut tidak masalah.
Namun, semua itu merupakan kebijakan dari setiap Kapolres. "Kalau minta tak ada masalah, tentunya nanti akan kami pertimbangkan berapa personelnya, karena kami dengan segala keterbatasannya, itu tergantung para Kapolres atau para Kasatker, selama mereka bisa penuhi, ya silahkan tidak ada masalah, tapi kalau bawa uang tunai tetap kami kawal," katanya.(Viva)
Boko Haram Menembak Mati
Pique Acungkan Jari Tengah
Ganda Campuran Korea Selatan
Senin, 20 Juni 2016
Uji Coba Ganjil-Genap Akan Dimulai 27 Juli
MANIS77 - Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta akan melakukan sosialisasi penerapan sistem ganjil-genap pada 28 Juni hingga 26 Juli 2016. Sementara itu, uji coba sistem ini akan dilakukan mulai 27 Juli sampai 26 Agustus 2016. Kepala Bidang Rekayasa dan Manajemen Lalu Lintas Dishubtrans DKI Jakarta, Priyanto mengatakan bahwa pemberlakuan uji coba ini dilakukan pada Senin-Jumat, pukul 07.00-10.00 dan 16.30-19.30.
"Rencananya, kendaraan dengan nomor ganjil akan beroperasi pada tanggal ganjil, sementara pelat genap beroperasi pada tanggal genap," ujar dia, Selasa (21/6/2016). Namun, menurut dia, aturan ini bukan berarti kendaraan pelat ganjil tidak boleh beroperasi pada tanggal genap atau sebaliknya.
Kendaraan masih tetap boleh beroperasi, tetapi di luar kawasan ganjil-genap dan di luar jam pemberlakuan sistem ganjil-genap. "Pemberlakuan aturan ini tidak berlaku pada hari Sabtu-Minggu dan hari libur nasional," sambung Priyanto.
Adapun pengawasan penerapan aturan ini nantinya akan dilakukan secara acak di sembilan titik persimpangan berlampu yang terdapat di jalur Thamrin-Sudirman-Gatot Subroto. Nantinya, akan ada 15 titik yang akan dijaga oleh petugas Dishubtrans.
Priyanto menambahkan, aturan genap-ganjil ini tidak berlaku bagi kendaraan Presiden RI, Wakil Presiden RI, pejabat lembaga negara (pelat RI), pemadam pebakaran, mobil ambulans, mobil angkutan umum (pelat kuning), angkutan barang (dengan dispensasi), dan Pergub 5148/1999 tentang penetapan waktu larangan bagi mobil barang.(Kompas)
Guru Meksiko Bentrok Dengan Polisi
Mempertahankan Gonzalo Higuain
LeBron James Mencetak Rekor
Minggu, 19 Juni 2016
Gedung Heaven Roboh, Satu Korban Tewas Dan Satu Korban Lainnya Terjebak
MANIS77 - Gedung Heaven di Jalan Gedong Panjang, Jakut yang tengah dibongkar mendadak roboh. Akibatnya, satu orang tewas dan empat orang lainnya mengalami luka-luka dan satu orang masih terjebak di reruntuhan. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono mengatakan, peristiwa terjadi pada Sabtu (18/6/2016) pagi, sekitar pukul 09.30 WIB.
Saat itu, para pekerja tengah berada di proyek pembongkaran Gedung Heaven sedang melakukan pekerjaannya membongkari gedung tersebut. "Gedung tersebut runtuh dan menimpa pekerja proyek," ujarnya pada wartawan, Sabtu (18/6/2016). Akihatnya, kata Awi, reruntuhan itu pun menimpa para pekerja proyek hingga par pekerja itu terjebak.
Satu orang terjebak berhasil dievakuasi, satu orang diduga meninggal dunia masih terjepit di reruntuhan, dan satu orang masih dievakuasi dalam keadaan hidup. "Sedangkan dua orang luka ringan sudah dibawa ke RS Atmajaya. Petugas masih melakukan evakuasi bersama Damkar Jakut di lokasi," tutupnya.(Sindo)
Kotak Hitam Kedua Ditemukan
Messi & Ronaldo Pecahkan Rekor
Cavalier Menunda Pesta Warriors
Langganan:
Postingan (Atom)





