Rabu, 10 Agustus 2016

Ahok : Pembangunan LRT Lancar, Target Selesai 2018


MANIS77 - Pemprov DKI Jakarta ngebut mengerjakan pembangunan Light Rail Transit (LRT). Ditargetkan, pembangunan selesai 2018 untuk mendukung pelaksanaan Asian Games 2018. "Tahun 2018 selesai. Minimal yang dari depo sampai ke Velodrome. Nanti di sana kan Equestrian juga akan jadi," kata Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (10/8).

Sejauh ini, kata Ahok, sapaan Basuki, pembangunan sedang berjalan dengan baik. Alat-alat berat sudah mulai didatangkan untuk proses pembangunan. Pembangunan LRT dikerjakan oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro). "LRT jalan dengan baik, baik yang Adhi Karya maupun yang dengan kami.

Yang jelas yang dari depo di Kelapa Gading sudah pindahkan alat-alat berat dari PU juga," terang Ahok. Pembangunan LRT ini juga mendapatkan bantuan dari Pemerintah Korea Selatan. Mereka melakukan kajian untuk pembangunan tujuh koridor LRT. "Korea juga lagi mengkaji tujuh koridor yang lain. Semua jalan dengan baik," tutup Ahok.(Merdeka)

Kebakaran Hebat Melanda Hutan di Portugal
Pogba Datang, 5 Pemain ini Bakal Disingkirkan
Lagi-lagi... Eko Yuli Meraih Medali di Rio 





Selasa, 09 Agustus 2016

Wakapolsek Kemayoran Menyesal, Mabuk dan Acungkan Senjata


MANIS77 - Wakil Kepala Kepolisian Sektor Kemayoran Ajun Komisaris Jamal Alkatiri akan menjalani sidang disiplin terkait dengan tindakannya mengacungkan pistol saat mabuk, Senin, 8 Agustus 2016. Kendati demikian belum diketahui kapan sidang disiplin tersebut akan dilaksanakan. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono mengatakan
Jamal telah menyampaikan penyesalan perihal perbuatannya tersebut.

"Yang bersangkutan menyesal. Tadi pagi sudah ikut apel. Dia sudah sadar dan siap menerima hukuman," kata Awi di Mapolda Metro Jaya, Selasa, 9 Agustus 2016. Awi menambahkan, dari hasil pemeriksaan Propam, Jamal mengaku mabuk-mabukan lantaran ada masalah dalam keluarganya. "Ada masalah keluarga dan memang penyakit lama," ujarnya. Disinggung soal sanksi yang akan diputus dalam sidang disiplin, Awi tidak bisa banyak berkomentar.

Pasalnya, menurut dia, soal hukuman akan ditentukan dan dibahas dalam sidang. "Kalau hukuman nanti dibahas dalam sidang disiplin, tapi paling berat bisa dihukum kurungan 21 hari," katanya. Sebelumnya, Wakil Kepala Kepolisian Sektor Kemayoran, Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Jamal Alkatiri, ditangkap Paminal Polres Jakarta Timur pada Senin, 8 Agustus.

Penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat yang berada di toko aksesori mobil, Jalan Otista Raya, yang menyatakan ada seorang laki-laki yang mengaku sebagai anggota Polri dan mengacungkan senjata jenis revolver. Diduga dalam keadaan mabuk. Setelah diperiksa, ternyata pria yang mengenakan jaket biru bertuliskan Turn Back Crime tersebut benar Jamal Alkatiri.(tempo)

Rodrigo Duterte : Saya Tidak Peduli Dengan HAM
Mancini Mengakhiri Tugasnya di Nerazzurri.
Riau Ega Mengalahkan Pemanah Nomor 1 Dunia.





Minggu, 07 Agustus 2016

Pengembang Lepas Tangan, Warga Melati Mas Gotong-royong Cat Sparator Jalan


MANIS77 -  Warga Melati Mas, Kelurahan Jelupang, Serpong Utara, bergotong royong menggelar aksi bersih sarana dan prasarana lingkungan sekitar. Mereka juga mengecat separator jalan lingkungan setelah pihak pengembang tak lagi peduli dengan wilayah tersebut.

“Kami memang berupaya menumbuhkan lagi kebersamaan serta gotong royong diantar warga sekitar berkaitan aksi bersih dan lainnya terlebih menjelang HUT RI ke 74,” kata Lurah Jelupang, Haryadi Mahali saat mengikuti aksi bersih warga sekitar, Senin (8/8).

Keberadaan perumahan baru di wilayah ini cukup banyak tapi hampir sebagian besar setelah rumah dibeli konsumen, pengembang perumahan  lepas tanggung jawab terhadap pemeliharaan dan penataan lingkungan. Sehingga, banyak lahan kosong malah dijadikan tempat pembuangan sampah liar yang dikhawatirkan menjadi sarang penyakit.

 Menurut dia, aksi bersih lingkungan sekitar dilakukan sebagai salah satu menjaga kebersamaan dan gotong royong untuk menciptakan lingkungan tetap bersih, indah dan tertib. “Tak hanya itu yang lebih penting adalah menjaga kesehatan lingkungan dari berbagai penyakit yang disebabkan tumpukan sampah liar tersebut,” tuturnya.

Selain melakukan aksi bersih lingkungan, tambah dia, warga di kawasan Perumahan Melati Mas juga melakukan pengecatan separator jalan sekitar lingkungan agar terlihat bersih dan indah serta rapi termasuk memperbaiki lampu penerangan jalan yang ada di sekitar kompleks perumahan secara gotong royong.(poskota)

Pengunjung Menara Eiffel di Evakuasi Polisi Perancis
Calon Pemain Terbaik Eropa Tanpa Messi Merupakan Skandal
Raih Medali Perak, Bonus Rp2 Miliar Menanti Sri Wahyuni 





Sabtu, 06 Agustus 2016

Dishub Kota Depok Menertibkan Ojek Online Yang Mangkal di Margonda Raya


MANIS77 - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok terpaksa harus menertibkan ojek online yang mangkal di bahu jalan dan trotoar di sepanjang Jalan Margonda Raya. Masyarakat merasa terganggu karena mereka mangkal di trotoar. “Sudah banyak keluhannya, tak hanya masyarakat namun beberapa pejabat di lingkup pemerintah Kota Depok juga.

Begitu juga dengan para pengendara, karena tukang ojek ini mangkal di bahu jalan dan trotoar,” ujar Korlap Dishub Kota Depok, Ari Siswanto, Jumat (5/8/2016). Pihaknya telah menginventarisasi pangkalan ojek online seperti di depan Kantor Wali Kota Depok, di depan pusat perbelanjaan ITC, Detos, bahkan di depan terminal. “Kami sudah beberapa kali memberikan teguran kepada mereka, bilangnya iya namun besoknya mangkal lagi di sana.

Mereka terkadang main kucing-kucingan juga dengan kami, setelah kami usir mereka balik lagi,” paparnya. Untuk memberikan efek jera, pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian Polresta Depok. Jika dilanggar, sanksinya petugas memberikan tindakkan berupa tilang. “Karena Dishub tidak bisa melakukan tindakan terhadap sepeda motor atau roda dua.

Maka dari itu, dibutuhkan kerja sama dengan pihak kepolisian untuk menindak ojek online yang telah membuat tidak nyaman pengguna jalan,” terangnya. Tak hanya ojek online, sambungnya, pihaknya juga terus melakukan penertiban terhadap angkutan umum yang ngetem di sembarang tempat. Bahkan, pihaknya tidak segan untuk melakukan tilang di tempat. “Setiap hari kami patroli untuk mengusir angkot yang sengaja ngetem di bahu jalan, karena itu akan menambah kemacetan.

Kalau mereka bandel langsung kami tilang,” tegasnya. Tak hanya itu, aturan gembok di tempat juga masih konsisten dilakukan pihak Dishub. Setiap hari masih ada saja pengguna jalan yang memarkirkan kendaraannya di bahu jalan. “Padahal sudah ada rambu gembok, namun mereka masih bandel. Terpaksa kami gembok dan lakukan penindakan,” tukasnya.(okezone)

Sepuluh Ribu Pekerja India Terlantar di Arab Saudi
Pemilik Hadiahi Seluruh Pemain Leicester Mobil Mewah
Petinju Hendak Perkosa PRT di Kamp Atlet Rio di Tahan 






Kamis, 04 Agustus 2016

Masjid Milik SMAN-39 Senilai Rp3,6 Miliar Diresmikan Wagub Djarot


MANIS77 - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, meresmikan masjid senilai Rp3,6 miliar milik SMA Negeri 39 Jakarta, Kamis, 4 Agustus 2016. Dana pembangunan masjid bernilai miliaran itu didapat dari sumbangan wali murid, komite sekolah, dan para alumni.

Menurut Djarot, pengumpulan dana secara sukarela diizinkan untuk pembangunan atau kegiatan ekstra kurikuler di sekolah. "Kalau ada fasilitas lebih, orang tua boleh nyumbang dan itu bukan pungli (pungutan liar)," ujar Djarot saat meresmikan masjid ini.

Djarot mengatakan, kemajuan pendidikan tidak hanya tergantung pada pemerintah, tapi juga orang tua dan masyarakat lingkungan. Untuk itu, jika ada sekolah yang meminta sumbangan sukarela, orang tua diminta tidak buru-buru menyimpulkan dengan asumsi negatif, bahwa tindakan itu merupakan pungutan liar.

"Orang tua jangan adu domba, jika ada sekolah yang meminta sumbangan sukarela," kata Djarot. Di sisi lain, Djarot juga mengingatkan para guru agar tidak menyalahkangunakan wewenang mereka dengan mencari keuntungan dari orang tua murid.

Misalnya dengan memperjualbelikan ketersediaan tempat di sekolah. Jika terbukti, sanksi pemecatan sudah menanti oknum tersebut. "Makam saja dijual beli, apalagi bangku sekolah. Kalau ada yang menerima suap, ada bukti, kita pecat," tegas Djarot.(Viva)

Parlemen Pakistan Larang Penayangan Kartun Doraemon
Jeremy Menez Kehilangan Sebagian Telinga di Laga Perdana
Semua Rekan Terkejut Dwyane Wade Tinggalkan Miami 





Selasa, 02 Agustus 2016

Pemprov DKI Ambil Alih, Pendapatan Retribusi Parkir Blok G Tanah Abang Meningkat


MANIS77 - Setelah pengelolaan parkir diambil alih oleh Pemprov DKI Jakarta di 15 lokasi pasar, hasil diperoleh meningkat tajam dibandingkan dengan saat dikelola oleh swasta. Hal ini terlihat dari pendapatan retribusi parkir di salah satu pasar, yaitu pasar Blok G Tanah Abang yang naik signifikan. "Dulu waktu dikelola swasta, pendapatan retribusi pakir Pasar Blok G Tanah Abang setahun hanya Rp 27,5 juta.

Setelah diambil alih dua hari saja sudah diterima Rp 8,3 juta, " kata Wakil Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko, Rabu (3/8/2016). Dikatakan, dari total 153 pasar, 148 di antaranya memiliki potensi parkir. "Yang sudah habis masa kontraknya dengan operator 32 pasar, 15 pasar sudah diambil alih.

Rencananya 17 pasar diambil alih 22 Agustus mendatang," ujarnya. Sejak 1 Agustus 2016, pengelolaan parkir 15 lokasi pasar diambil alih oleh badan layanan umum daerah (BLUD) perparkiran. Selain untuk meningkatkan layanan, pengambilalihan operasional untuk meningkatkan potensi penerimaan pajak daerah dari sektor parkir.(porosjakarta)

Hujan Seharian, Banjir dan Longsor Terjang Raja Ampat
Pembalap Sepeda Putri Inggris Tampil di Olimpiade 2016
Kisah Kekejaman Para Senior Pada Ronaldo Semasa di MU 






Senin, 01 Agustus 2016

Kepala Perwakilan BI : Gaji di DKI Buat Bayar Kontrakan & Transportasi, Makanya Susah Kaya


MANIS77 - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jakarta, Donny mengatakan angka kemiskinan di Jakarta setiap tahunnya terus menurun. Penurunan jumlah angka kemiskinan tersebut dihitung berdasarkan pendapat perkapita dan jumlah penduduk.

"Jadi kalau kita lihat komponennya itu kita lihat garis kemiskinannya itu ternyata dari tahun ke tahun itu berubah, dulu tahun 2015 lebih disebabkan karena makanan, sekarang lebih disebabkan karena non-makanan," kata Donny usai menghadiri rapat pimpinan di Balai Kota Jakarta, Senin (1/8).

Donny menerangkan, cara yang digunakan Pemprov DKI untuk menurunkan angka kemiskinan sudah benar. Fokus menurunkan harga bahan pokok yang dilakukan telah berhasil menekan angka kemiskinan di Jakarta. Diakui Donny, pendapatan yang didapat warga Jakarta kini tak lagi soal bahan makanan. Melainkan untuk kebutuhan non-makanan seperti perumahan.

Baik untuk mencicil rumah maupun membayar kontrakan rumah atau indekos. "Jadi orang DKI Jakarta itu gajinya sebagian besar untuk perumahan, sewa rumah kontrak rumah jadi gajinya orang DKI itu beda sama orang Jawa Tengah sama Jawa Timur. Gaji orang DKI itu habis untuk transport, makanya jadi miskin gara-gara itu," jelas Donny.

Untuk itu, langkah Pemprov DKI yang mengurangi kemiskinan dengan membangun rusun dan menyediakan transportasi gratis sudah tepat. Gaji Rp 3 juta di Jakarta dianggap pas-pasan sedangkan gaji dengan nilai yang sama di luar Jakarta dinilai sudah lebih dari cukup. "Kalau gajinya Rp 3 juta di Solo sudah kaya raya, kalau di Jakarta Rp 3 juta masih mepet, jadi kira-kira begitu,"tambahnya.(Merdeka)

New York Post Bikin Heboh! Pajang Foto Telanjang Melania 
Wow..Ibrahimovic Melarikan Diri Dari Hotel Pesanan MU
Pacitan Gelar Internasional Asian Surfing Championship